Saturday, March 07, 2009

Berani!


Beberapa waktu yang lalu di salah satu milis yang saya ikuti ada suatu pertanyaan yang menggelitik," Bagaimana membuat anak berani?" - dari tulisannya itu saya mendapati sang ibu 'melabeli' anaknya, yang masih dibawah 4 tahun itu- sebagai penakut, kurang percaya diri dan kurang jiwa petualang.

Hem... jadi teringat pengalaman baru-baru ini dengan Nadya, yang akhirnya membuat aku berefleksi sendiri.

Selama ini (secara umum) Nadya besar bebas dari segala macam bentuk dan paksaan dari kami, orangtuanya. Dalam arti kalau dia tidak mau, kami tidak akan memaksanya. Misalnya saat dia tidak mau salaman dengan eyang-eyangnya atau dengan orang yang baru dikenal.. ya sudah kami biarkan. Dia tidak mau dicium atau dipeluk.. ya sudah kami biarkan. Tidak mau berbicara saat disapa, lebih banyak mengangguk atau tersenyum saja. Di saat usia 2 tahun, dia lebih memilih melihat teman2nya bermain, ya kami biarkan juga. Dia tidak mau masuk rumah orang saat kami bertamu.. ya kami ikuti juga dan lain-lain.

Banyak yang bilang, kalau Nadya terlalu sering sendiri (bersama mamanya saja) sehingga sulit untuk bergaul, sehingga tidak bisa bertemu orang lain, sehingga jadi anak yang takut dan tidak berani etc..etc..etc...

Setiap kali mendengar hal2 seperti itu.. selalu kami negasikan. Bagi kami penolakan-penolakan dari Nadya itu, adalah salah satu bentuk dari kejujuran yang paling murni. Saat dia tidak mau.. ya dengan tegas dia bilang tidak. Gak peduli 'apa kata orang'. Dan di kami sendiri, ada suatu keyakinan, bahwa saat dia siap, dia sendiri yang akan menunjukkan ke kami, bahwa dia adalah anak yang penuh percaya diri, dia anak yang berani, dan bisa bergaul dengan siapa saja.

Dan tepat seperti yang kami yakini..

Akhir-akhir ini kami sering mendapatkan kejutan dari Nadya. Jika ada yang menyapanya, dengan lantang dia menyebutkan namanya. Sering kali dia yang menyodorkan tangan duluan untuk mengajak orang bersalaman, kalau ada teman-temannya bermain..langsung dengan sendirinya dia ikutan, sekarang sudah mau diajak bertamu kemana-mana.. malah mamanya yang kadang 'pusing' melihat dia sering kali merasa berada di rumah sendiri saat sedang berkunjung ke rumah kenalan/kerabat.

Dan itu semua masih belum apa-apa dibandingkan kejadian seminggu yang lalu..
Saat itu Nadya saya ajak mal tunjungan plasa surabaya. Di salah satu arena permainan yang ada disana, ada panggung kecil lengkap dengan hiasan-hiasan. Sepertinya panggung itu dipakai untuk anak-anak menyanyi atau berulang tahun. Tanpa saya duga.. tiba-tiba dia langsung naik panggung itu dan seketika bernyanyi lagu "Memandang Alam" lengkap dengan gayanya hingga lagu selesai. Dan kemudian dia membungkukkan badannya, sambil berkata "tengkyu..tengkyu.."
Serentak yang menontonnya memberikan applaus meriah hihihi...

Di sore harinya (di lokasi yang sama) ada sekelompok orang Indian, yang memainkan alat musik (mereka sedang promosi album, lagu2 pop dibawakan dengan alat2 musik khas indian). Yang menonton banyak sekali.. melingkari para pemain musik tersebut. Memang ditengahnya ada ruang kosong. Tanpa saya duga, tiba-tiba Nadya menari ke depan para pemusik. Dia terus menari hingga lagu selesai... ^_^

Dari dua kejadian itu membuat saya lebih menyakini, bahwa saat mereka siap, mereka akan berani dan percaya diri dengan sendirinya. Tanpa harus kita rencananya, 'manipulasi' , dirancang, dipaksa atau didesak.

Saya sendiri tidak menyangka, dia bisa segitu "PD"nya menyanyi dan menari di depan orang banyak.. dan yang pasti dia sangat nyaman dengan dirinya saat melakukan itu. Dia menyanyi dan menari karena dia menyukainya. Dan tidak peduli ada yang melihat atau tidak (karena bukan hal utama).. tapi yang penting adalah dia menikmati apa yang dia lakukan.


PS. sampai sekarang Nadya tetap konsisten tidak mau mencium/memeluk sembarang orang -hanya karena mereka gemas melihatnya- karena dia selalu berpendapat bahwa pelukan dan ciuman hanya khusus untuk mama dan papa ^_^

1 comment:

ve said...

Whoa! Nadya hebat yaaah! :D Itu sih PD banget!!! :) Salut sama Mamanya, bisa mendampingi Nadya secara konsisten tanpa peduli dengan ucapan orang lain.